Korea Selatan Kembangkan Teknik Daur Ulang Panel Surya 

Oleh Denie Kristiadi | Published 22-11-2021

DAFTAR ISI ARTIKEL

Para peneliti telah mengembangkan teknik non-destruktif untuk mendaur ulang panel surya yang dibuang untuk membuat sel surya berkinerja tinggi. Teknik ini akan menjadi penting dalam beberapa dekade ketika panel surya yang saat ini digunakan dibuang setelah masa operasionalnya sekitar 20 tahun.

CATATAN PENTING

      • Para peneliti telah mengembangkan teknologi daur ulang modul surya “non-destruktif” yang diklaim dapat memulihkan 100% kaca modul.
      • Teknik ini telah diuji pada serangkaian modul 72-sel.

Teknik Baru Daur Ulang

Panel surya adalah modul fotovoltaik yang terbuat dari bahan seperti kaca, aluminium, silikon, dan tembaga. Ini menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik arus searah. Sel surya adalah perangkat listrik seperti cermin hitam yang merupakan komponen kunci dari panel surya. Teknik telah diteliti untuk memaksimalkan efisiensi daur ulang panel surya.

Institut Penelitian Energi Korea (KIER) yang dikelola negara mengatakan bahwa teknik yang dikembangkan oleh tim penelitinya yang dipimpin oleh Lee Jin-seok memungkinkan daur ulang panel surya. Lembaga itu mengatakan teknik baru ini dapat mendaur ulang panel yang tidak rusak dan rusak untuk mencapai tingkat pengambilan komponen kaca hingga 100 persen. Sekitar 80 persen bahan lain dapat diambil dan didaur ulang menjadi sel surya berkinerja tinggi.

Panel Surya Baru Hasil Daur Ulang

Para peneliti mampu memperbaiki silikon yang dikumpulkan dari 72 panel komersial yang dibuang menjadi ingot dan wafer kristal tunggal enam inci. Bahan daur ulang digunakan dalam produksi sel surya dengan efisiensi pembangkitan sekitar 20,52 persen. Sel surya normal memiliki efisiensi energi sekitar 15 persen.

"Mendaur ulang satu ton panel surya yang dibuang memiliki efek mengurangi 1,2 ton gas rumah kaca sehingga teknik ini adalah kunci mutlak untuk mencapai emisi nol bersih," kata kepala peneliti KIER Lee Jin-seok. KIER telah mentransfer teknik tersebut ke HST, pembuat peralatan pembangkit energi surya domestik, untuk komersialisasi.

Menurut data Institut Lingkungan Korea, sekitar 27.627 ton panel akan dibuang di dalam negeri pada tahun 2032. Dalam upaya untuk mencapai emisi karbon dioksida nol bersih pada tahun 2050, Korea Selatan telah meningkatkan kemampuan pembangkit energi hijaunya. Kapasitas pembangkit energi surya negara ini telah berkembang pesat mencapai sekitar 21.820 pembangkit listrik tenaga surya dengan total output sekitar 3,65 gigawatt (GW) per November 2020. Kapasitas satu gigawatt dapat menghasilkan listrik yang mampu memberi daya sekitar 300.000 rumah tangga selama setahun.



Kategori

Edukasi

Berita Terkini