AC

Pengertian Arus AC

 

Oleh Denie Kristiadi | Published 12-10-2021

Alternating Current atau AC dapat disebut juga sebagai arus listrik bolak-balik. Arus ini biasanya dihasilkan oleh generator yang dapat menghasilkan listrik, namun besar dan arahnya selalu berubah setiap waktu.

CATATAN PENTING

      • Arus bolak-balik (AC) adalah arus listrik yang secara periodik membalik arahnya, berbeda dengan arus searah (DC) yang hanya mengalir satu arah yang tidak dapat berubah secara sporadis.
      • Listrik arus AC akan membentuk gelombang yang biasa dinamakan dengan gelombang sinusoida. Dan di Indonesia sendiri, arus AC ini dikelola dan berada di bawah penguasaan PLN.

AC paling sering ditemukan di bangunan kabel listrik seperti rumah dan kantor. Ini karena menghasilkan dan mengangkut arus AC melintasi jarak jauh relatif mudah. Pada tegangan tinggi lebih dari 110kV, lebih sedikit energi yang hilang dalam transmisi daya. Pada tegangan yang lebih tinggi, arus yang lebih rendah dihasilkan, dan arus yang lebih rendah menghasilkan lebih sedikit panas di saluran listrik karena tingkat resistansi yang lebih rendah. Oleh karena itu, ini berarti lebih sedikit energi yang hilang sebagai panas. Arus AC dapat diubah ke dan dari tegangan tinggi dengan mudah dengan menggunakan trafo. 

Di Indonesia, arus AC dikelola berada di bawah naungan Perusahan Listrik Negara (PLN).Pada arus AC dikenal namanya frekuensi yang digunakan secara berbeda-beda di setiap negara. Indonesia saat ini menerapkan pengelolaan arus listrik AC pada frekuensi 50Hz dengan tegangan standar 1 fasanya adalah 220 volt. Tegangan dan frekuensi tersebutlah yang saat ini sampai di rumah Anda.

Pemanfaatan listrik AC

Listrik AC terutama dipakai untuk mentransmisikan daya listrik melewati jarak jauh, dari pembangkit sampai ke rumah-rumah pelanggan. Untuk kepraktisan penggunaan, berbagai peralatan listrik dapat langsung mengambil daya listrik AC. Namun sesuai desain masing-masing, kebanyakan peralatan tersebut pada prinsipnya masih menggunakan listrik DC. Karena itu di dalam sistem mereka pasti ada fungsi konversi listrik AC menjadi DC (seperti misalnya laptop, komputer, dan sebagainya.