DC Coupling

Oleh Denie Kristiadi | Published 09-04-2021

Apa itu DC Coupling?

Sistem DC coupling telah digunakan selama beberapa dekade dalam instalasi tenaga surya off-grid dan bidang otomotif berkapasitas kecil. Sistem DC coupling yang paling umum menggunakan pengontrol pengisian daya surya (juga dikenal sebagai regulator surya) untuk mengisi baterai langsung dari tenaga surya, ditambah inverter baterai untuk memasok daya AC ke peralatan rumah tangga.

Untuk sistem mikro, seperti yang digunakan di karavan atau ruangan kecil, pengontrol surya tipe PWM sederhana adalah cara yang sangat murah untuk menghubungkan 1 atau 2 panel surya untuk mengisi baterai 12 volt. Pengontrol PWM tersedia dalam berbagai ukuran dan harganya cukup murah untuk versi kecil 10A.

 

Untuk sistem yang lebih besar, menggunakan pengontrol pengisian daya surya MPPT efisiensinya 30% lebih efisien dan tersedia dalam berbagai ukuran hingga 100A. Tidak seperti pengontrol PWM sederhana, sistem MPPT dapat beroperasi pada tegangan string yang jauh lebih tinggi, biasanya hingga 150 Volt DC. Namun ini masih relatif rendah dibandingkan dengan inverter string on-grid yang dapat beroperasi di rentang 300-600V.

CATATAN PENTING

      • Menggunakan DC coupling lebih fleksibel karena panel dan pengontrol tambahan dapat dengan mudah ditambahkan jika diperlukan.

      • Sangat efisien untuk menyalakan peralatan dan beban yang barbasiskan arus DC.

Keuntungan DC Coupling

Efisiensi tinggi merupakan keunggulan DC coupling. Efisiensi sangat tinggi, jika menggunakan MPPT, efisiensi pengisian baterai bisa mencapai hingga 99%. DCcoupling ideal digunakan pada ruangan kecil atau sistem kelautan yang hanya membutuhkan 1 - 2 panel surya. Jika tertarik menggunakan sistem DC coupling pada PLTS off-grid, Anda dapat menghemat biaya untuk pemasangan skala kecil hingga 6kW.

Kekurangan DC Coupling

Sistem DC coupling lebih rumit untuk mengatur sistem di atas 6kW karena seringnya beberapa string diperlukan secara paralel, ditambah penggabungan string. Biaya yang dikeluarkan mungkin mahal untuk sistem di atas 6kW karena diperlukan beberapa pengontrol muatan surya bertegangan lebih tinggi.

Efisiensi DC coupling sedikit lebih rendah jika memberi daya pada beban AC yang besar pada siang hari karena konversi dari DC (PV) ke DC (baterai) ke AC.