Charge Controller
Apa itu Solar Charge Controller?
Oleh Denie Kristiadi | Published 26-10-2021
Charge controller atau solar charge controller atau bahasa Indonesia pengontrol pengisian tenaga surya atau biasa disingkat SCC, adalah pengatur tegangan dan arus bertenaga surya. SCC digunakan dalam aplikasi tenaga surya untuk mengatur input daya dari panel surya untuk memberikan output daya yang optimal untuk menjalankan beban listrik dan mengisi baterai. Konverter muatan surya juga biasa disebut regulator muatan surya atau solar charge converter.

CATATAN PENTING
- SCC yang andal dapat menjaga kesehatan baterai dan memperpanjang masa pakai baterai SCC dipengaruhi oleh seberapa baik, dan seberapa cepat, perangkat lunak mengontrol perangkat keras komponen elektronik
- SCC tugasnya mempertahankan baterai pada kondisi pengisian tertinggi dan mencegah daya di isi berlebih (overcharged) untuk menghindari gas dan kerusakan baterai.
SCC umumnya mewakili sekitar 10% dari total biaya sistem tenaga surya, sedangkan baterai sekitar 40% dari biaya pertama kali dan 80% dari biaya seumur hidup sistem Anda. Anda dapat menggunakan panel surya paling mahal, baterai terbaik, kabel, dan aksesoris paling mahal, tetapi kemampuannya akan dibatasi oleh kualitas SCC yang Anda pilih.
Jenis SCC
Ada dua jenis SCC secara umum, yaitu:
- PWM
- MPPT

PWM (Pulse Width Modulated) adalah pengontrol muatan tipe tradisional. Kontroler PWM cenderung lebih kecil dan beroperasi pada tegangan baterai, memaksimalkan jumlah daya yang dihasilkan yang menjadi lebih signifikan dalam kondisi yang lebih dingin ketika tegangan panel surya semakin tinggi daripada tegangan baterai.
MPPT (Maximum power point tracking): Pengontrol muatan surya MPPT favorit sistem tenaga surya saat ini. Pengontrol ini mampu mengidentifikasi tegangan kerja dan arus listrik terbaik dari panel surya dan mencocokkannya dengan bank sel listrik. Hasilnya adalah daya ekstra 10-30% lebih banyak dari cluster berorientasi matahari dibandingkan dengan pengontrol PWM. MPPT biasannya digunakan untuk setiap sistem listrik tenaga surya lebih dari 200 watt.