MPPT

 

Penggunaan sistem energi surya sudah jauh lebih efisien, konsisten dan efektif dalam menghasilkan listrik dan pengisian baterai dibandingkan dengan sistem surya di masa lalu. Salah satu peningkatan signifikan adalah efisiensi sel surya itu sendiri, yang telah mendapat perhatian besar di industri. Kemajuan besar lainnya adalah pelacakan titik daya maksimum, yang telah meningkatkan susunan jaringan dan sistem surya dengan baterai.

Meskipun panel surya (PV) dan baterai adalah kombinasi yang unggul, namun keduanya tidak terlalu “smart”. Ketika panel surya (PV) tidak beroperasi pada tegangan paling efisien untuk baterai, mereka tidak menerima arus sebanyak mumgkin. Tanpa kemampuan pelacakan titik daya maksimum (MPPT), baterai seringkali tidak dapat menggunakan daya maksimum yang tersedia dari panel surya, yang mengakibatkan pemborosan.

Demikian juga, sistem grid-tied (jaringan terikat) dapat menghadapi masalah yang sama namun terkait dengan jaringan listrik. Sekali lagi, ketika ada ketidaksesuaian antara tegangan jaringan dan output surya, produksi akan terganggu. Oleh karena itu, MPPT sangat penting untuk mengoptimalkan hubungan antara panel surya dan “bank” baterai atau jaringan utilitas. Ini memaksimalkan ekstraksi energi dalam berbagai kondisi dengan menjaga array beroperasi dalam rentang tegangan operasi yang ideal.

Untuk sistem panel surya dengan baterai, memasang MPPT solar charge controller adalah cara terbaik untuk menyelesaikannya karena mereka mengatur tegangan antara panel surya dan baterai. Bahkan, pengontrol pengisian daya MPPT dapat membantu melindungi baterai dan meningkatkan masa pakai baterai. Demikian juga, pelacakan (tracking) MPPT adalah fitur yang dibangun ke dalam grid-tied inverter, tetapi memiliki beberapa karakteristik yang lebih maju daripada yang lain. Sehingga peralatan ini disebut-sebut sangat mahal.

Terkadang, ada kekeliruan tentang kata “tracking” karena tidak berarti secara fisik memindahkan array untuk mengoptimalkan orientasi ke matahari. Dalam Pelacakan Titik Daya Maksimum, ini adalah pelacakan elektronik, biasanya dilakukan secara digital. Pengontrol muatan MPPT menggunakan algoritma pelacakan berdasarkan kurva daya IV untuk mengekstraksi daya maksimum yang tersedia dari modul surya dalam kondisi tertentu.

MPPT atau Maximum Power Point Tracking adalah algoritma yang termasuk dalam charge controller yang digunakan untuk mengekstraksi daya maksimum yang tersedia dari panel surya (PV) dalam kondisi tertentu. Tegangan di mana panel surya dapat menghasilkan daya maksimum disebut "titik daya maksimum" (tegangan daya puncak). Saat mengisi daya baterai, daya maksimum bervariasi oleh banyak faktor, termasuk radiasi matahari, panjang kabel, status pengisian daya baterai, dan suhu lingkungan dan suhu sel panel.

Tipikal panel surya menghasilkan daya dengan tegangan daya maksimum sekitar 17V ketika diukur pada suhu sel 25°C, dapat turun hingga sekitar 15 V pada hari yang sangat panas dan juga dapat naik hingga 18 V pada hari yang sangat dingin.

MPPT memeriksa output  panel surya, membandingkannya dengan tegangan baterai kemudian memperbaiki daya terbaik yang dapat dihasilkan panel surya untuk mengisi daya baterai dan mengubahnya menjadi tegangan terbaik untuk mendapatkan arus maksimum ke baterai. Dapat juga memasok daya ke beban DC, yang terhubung langsung ke baterai.

 

 

 

MPPT sangat efektif jika kondisinya:

  • Cuaca dingin, hari berawan atau berkabut: Biasanya, modul PV bekerja lebih baik pada suhu dingin dan MPPT digunakan untuk mengekstrak daya maksimum yang tersedia darinya.
  • Saat baterai benar-benar habis: MPPT dapat mengekstrak lebih banyak arus dan mengisi daya baterai jika status pengisian daya baterai lebih rendah.