Polycrystalline

 

Selain Monocrystalline, jenis panel surya yang umum dipasarkan adalah Polycrystalline. Struktur permukaannya cenderung abstrak dengan warnanya kebiruan dan proses pembuatannya pun lebih sederhana jika dibandingkan dengan Monocrystalline. Bahan Polycrystalline adalah padatan yang terdiri dari banyak kristal silikon (butiran) dengan ukuran bervariasi mulai dari nanometer hingga milimeter sehingga disebut sebagai panel surya multikristal. Butiran ini memiliki orientasi kristalografi acak. Teknik produksinya dengan melelehkan dan mencampur beberapa fragmen mentah silikon bersama-sama dalam cetakan persegi dan mendinginkannya untuk membentuk wafer. Karena sel terbuat dari banyak kristal, elektron memiliki ruang yang relatif lebih sedikit untuk mengalir. Pencampuran beberapa lapisan silikon dituangkan ke dalam cetakan hingga mengeras. Setelah dicetak, silikon akan dipotong-potong menjadi wafer panel surya.


 

polycrystalline

 

Proses produksinya lebih cepat, dan pemakaian energi lebih rendah disaat produksi.
Tetapi butiran kristal silikon ada batas yang menghalangi aliran elektron untuk melintas dengan effisien. Keseluruhan polikristal tidak memiliki susunan atom periodik, karena pola periodik rusak pada batas butir. Butir dan batas butir membantu menentukan sifat material.

Meskipun demikian pada fungsinya, bila pencahayaan matahari sedang rendah (minim) panel Polycrystalline dapat bekerja walau panel tidak langsung menghadap ke matahari.
Bila dihitung, hasil output Polycrystalline akan setara dengan Monocrystalline, karena produsen ingin menghasilkan output sesuai standar panel. Ukuran panel Polycrystalline harus dibuat lebih besar, sehingga untuk pemasangan panel Polycrystalline ini memerlukan ruang lebih besar agar dapat menghasilkan listrik yang efisien dan sebanding dengan panel Monocrystalline.

Perlu diketahui, usia pemakaian Polycrystalline relatif lebih rendah dibanding panel Monocrystalline, walaupun susut output power sebenarnya tidak terlalu banyak.

 

Ada baiknya sebelum memasang solar panel dengan bahan Polycrystalline, kita lihat beberapa keunggulan dan kekurangannya.

 

Keunggulan Polycrytalinne:

1. Proses yang digunakan untuk membuat silikon polycrystalline lebih sederhana sehingga harganya lebih terjangkau.

2.  Pemasangan dan perawatannya lebih mudah.

3.  Performa elektrik cukup bagus pada saat kurangnya sinar matahari

 

 

Kekurangan Polycrystalline:

1.  Memiliki efisiensi yang lebih rendah, diperkirakan sekitar 13-16% dalam merubah sinar matahari menjadi listrik.

2.  Membutuhkan area permukaan yang lebih besar dalam instalasi/penempatannya.

3.  Tampilan yang kurang estetis karena warna yang tidak seragam terkadang berwarna biru berbintik-bintik.

4.  Masa pakai lebih cepat dibanding panel monocrystalline

5.  Kinerja dapat menurun pada saat terjadi cuaca panas yang ektrim dengan penurunan yang lebih banyak.