Volt

 

Konsumsi listrik menjadi keharusan dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua digerakkan oleh listrik .Namun kebanyakan orang masih tidak tahu besarnya kebutuhan listrik yang digunakan, misal berapa tegangan (voltage) dari stopkontak untuk memasok lampu belajar atau sebuah microwave. Tegangan adalah tekanan dari sumber daya sirkuit listrik yang mendorong elektron bermuatan (arus) melalui loop konduktor. Jika diartikan secara singkat, tegangan = tekanan dan diukur dalam Volt.

Volt dengan simbol V adalah satuan tegangan listrik  untuk menyatakan besaran tegangan listrik yang dihasilkan atau dibutuhkan dari berbagai sumber listrik.  perbedaan tegangan listrik. 1 Volt berarti beda tegangan yang diperlukan untuk membuat arus tepat sebesar 1 ampere di dalam suatu rangkaian dengan resistensi 1 ohm. Orang yang paling berjasa yang pertama kali mencetus “Volt” adalah Alessandro Volt (1745 – 1827), dia seorang fisikawan kebangsaan Italia yang menemukan tiang volta, cikal bakal baterai listrik. Pada awal masa listrik, voltase dikenal dengan gaya gerak listrik atau ggl dan inilah sebabnya pada persamaan seperti Hukum Ohm, tegangan akan diwakili dengan simbol E.

Perlu diingat, bahwa semakin besar tegangan listrik (Volt) yang digunakan, maka semakin kecil arus listrik (Ampare) yang dihasilkan dengan beban daya (Watt) yang sama. Dan semakin kecil tegangan listrik (Volt) yang digunakan, maka semakin besar arus listrik (Ampare) yang dihasilkan, maka semakin besar arus litrik (Ampare) yang dihasilkan dengan beban daya (Watt) yang sama.

 

Rumus Tegangan (Volt):

 

V = I x R

 

Keterangan:

  • V =  Volt (tegangan)
  • I = Ampere (Arus)
  • R = Hambatan

 

Volt atau tegangan listrik ini mempunyai jenis 2 tipe yaitu:

  1. Tegangan AC atau bisa disebut tegangan bolak-balik. Contoh: tegangan Televisi yang menggunakan tegangan 220V AC
  2. Tegangan DC (Direct Current) atau bisa disebut dengan tegangan searah. Contoh: jam tangan yang menggunakan tegangan DC 1.5V dari baterai.

Untuk mengatahui apa itu tegangan AC atau DC sangat mudah, cukup dengan menggunakan test pen (meskipun tidak terlalu akurat). Caranya Letakan testpen pada sumber tegangan, jika testpen menyala dengan terang maka bisa anda nyatakan itu tegangan AC. Namun jika lampu pada test pen tidak menyala itu bisa netral dari tegangan AC. Jadi untuk mengetahui tegangan DC dengan akurat menggunakan alat Multimeter.

multimeter

 

 

Contoh sederhana tegangan pada rangkaian arus searah (DC):

 

contoh volt

 

  1. Pada rangkaian DC ini, saklar dalam keadaan tertutup (posisi ON).
  2. Tegangan di sumber daya—"perbedaan potensial” antara dua kutub baterai—diaktifkan, menciptakan tekanan yang memaksa elektron mengalir saat arus keluar dari terminal negatif baterai.
  3. Arus mencapai cahaya, menyebabkannya bersinar.
  4. Arus kembali ke sumber listrik.

 

Sebuah "volt" adalah satuan potensial listrik, juga dikenal sebagai gaya gerak listrik, dan mewakili "perbedaan potensial” antara dua titik dari kawat penghantar yang membawa arus konstan 1 ampere, ketika daya yang hilang antara titik-titik ini sama dengan 1 watt. Dengan kata lain, potensi satu volt muncul di resistansi satu ohm ketika arus satu ampere mengalir melalui resistansi itu.