Dampak Panas Matahari pada Sistem Panel Surya



Saat kita menjalani musim terpanas dalam setahun, mudah untuk menganggap bahwa musim panas  adalah yang paling menguntungkan ketika berbicara mengenai energi matahari. Kita tahu bahwa sinar matahari memainkan peran sentral dalam produksi energi terbarukan, tetapi semakin panas sinar matahari semakin banyak menghasilkan listrik?

Panel surya memanfatkan sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Inverter kemudian mengubah listrik menjadi energi yang dapat kita gunakan di rumah. Jadi pada hari yang cerah dan panas, apakah energi matahari bekerja lebih baik pada musim selain musim panas?



Secara umum, panas yang berlebihan tidak baik untuk panel surya. Panel surya mengubah cahaya menjadi listrik, bukan panas menjadi listrik. Jadi hari yang sangat panas tidak selalu berarti panel surya menyerap banyak energi.

Bahkan, sel-sel di panel surya akan kehilangan efisiensinya pada kondisi terlalu panas, mengurangi penyerapan energi. Mengakibatkan suhu panel surya meningkat melebihi kisaran optimalnya, kemudian efisiensi mulai sedikit menurun - berarti lebih sedikit energi yang diserap. Jadi kondisi cuaca seperti apa saat terbaik untuk panel surya menyerap energi surya?


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Serapan Energi Surya

Kondisi dingin yang sangat cerah namun sejuk bisa menjadi hari yang jauh lebih baik untuk penyerapan energi matahari daripada musim kemarau yang sangat panas. Selain itu ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi penyerapan energi surya.

Umumnya penyerapan energi surya dapat dikelompokkan ke dalam tiga area: cuaca, sistem, dan lokasi. Cuaca memiliki dampak besar, yang paling jelas adalah waktu bersinarnya matahari. Semakin lama matahari bersinar, semakin banyak listrik yang dihasilkan.



Kemudian lokasi - dengan beberapa negara yang mengalami lebih banyak waktu matahari bersinar daripada negara lain jelas mempengaruhi penyerapan energi surya. Faktor lain, seperti kelembaban, sudut matahari, kekuatan sinar matahari serta panas yang dihasilkan, dapat berdampak pada energi yang dihasilkan. Jenis sistem energi surya yang Anda gunakan juga akan berpengaruh pada berapa besar listrik yang dihasilkan.

Jenis dan seberapa besar watt pada panel dan inverter akan berdampak langsung pada listrik yang dihasilkan. Misalnya, satu panel dengan 260 watt biasanya akan menghasilkan lebih banyak energi dari pada panel 175 watt. Lokasi dan pemasangan panel surya juga berdampak pada listrik yang dihasilkan dari tata surya.


Lokasi Ideal Pemasangan Panel Surya

Panel surya yang dipasang di atap dengan sekitar 25-derajat kemiringan dan orientasi utara yang sempurna, adalah kondisi yang ideal. Setiap penyimpangan sudut dari ini akan berdampak pada pneyerapan energi surya.

Tetapi suhu tinggi selama musim panas tidak berarti sistem panel surya Anda bekerja dengan efisiensi penuh seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Jadi, saran terbaik agar panel surya dapat menyerap energi surya secara maksimal caranya bagaimana?

Karena tenaga surya hanya menghasilkan energi listrik pada siang hari, disarankan untuk mengalihkan konsumsi energi listrik dari sore ke siang hari. Ini bisa berarti mengalihkan penggunaan peralatan elektronik yang mengonsumsi listrik tinggi - seperti mesin cuci, pompa kolam renang, dan pendingin udara - pada siang hari.



Cara lain, adalah menggunakan baterai. Baterai memungkinkan menyimpan listrik pada saat-saat ketika Anda tidak membutuhkannya, dan menggunakannya kemudian, misalnya ketika menonton TV setelah matahari terbenam.

Suhu panas mungkin tidak memiliki pengaruh maksimal pada output matahari, tetap saja, dengan jam sinar matahari yang panjang, masih merupakan waktu baik untuk menghasilkan energi surya.

Dan tidak kalah penting adalah pengetahuan mengenai energi surya itu sendiri. Walaupun hari yang sejuk dan cerah dapat memberikan kondisi yang sempurna untuk menghasilkan energi surya, memahami apa yang membuat sistem energi surya bekerja berarti kita dapat memanfaatkan semua musim dengan baik.