Apakah Panel Surya Mengandung Bahan Kimia Beracun?

 

Material panel surya yang paling umum digunakan menggunakan bahan yang biasa ditemukan di setiap lokasi bangunan termasuk silikon (kaca), aluminium (rangka) dan tembaga (kabel).

Meskipun fotovoltaik film tipis memang mengandung beberapa logam berat, termasuk kadmium, penelitian manyatakan bahwa logam ini tidak terlepas dari modul dalam kondisi normal atau kecelakaan seperti kerusakan akibat badai atau kebakaran. Logam berat yang digunakan dalam sistem film tipis memang perlu ditambang, tetapi proses itu menciptakan lebih sedikit kerusakan lingkungan daripada penambangan batu bara atau uranium yang digunakan dalam PLTS.

Saat menghasilkan listrik, PLTS tidak menghasilkan emisi atau limbah. Emisi dari pembangkit listrik tenaga batu bara menyebabkan polusi udara dan karbon yang lebih berbahaya, sementara tenaga nuklir menghasilkan produk limbah yang sangat beracun bagi manusia selama ratusan tahun.

Yang benar adalah bahwa panel surya dibuat hampir seluruhnya dengan bahan ramah lingkungan yang berlimpah seperti kaca, aluminium, tembaga, dan silikon. Namun, karena pasar solar terus berkembang, kekhawatiran muncul tentang jejak senyawa beracun yang digunakan dalam panel surya. Yang pertama, timbal, banyak digunakan untuk menyolder komponen elektronik.

Setiap panel surya biasanya mengandung sekitar 14 gram timbal. Itu berarti sekitar 4.400 ton timbal digunakan untuk membuat 92 GW panel surya yang dipasang sepanjang tahun 2018. Ini adalah jumlah yang besar tetapi masih relatif kecil dibandingkan dengan 9.000.000 ton yang digunakan untuk baterai setiap tahun. Tetapi untuk industri yang berfokus pada energi keberlanjutan, tujuannya adalah untuk menghilangkan timbal sama sekali. Pada tahun 2026, produsen tenaga surya berencana untuk mengurangi penggunaan solder berbasis timbal menjadi kurang dari 50% dan menggunakan timbal dalam produksi sel kurang dari 20%. Angka-angka ini akan terus menyusut sampai timbal dikeluarkan dari rantai pasokan tenaga surya.

Bahan beracun lainnya, cadmium telluride (CdTe), dikenal sebagai karsinogen yang digunakan dalam jenis solar khusus yang disebut film tipis. Peningkatan dalam solar silikon tradisional telah mengurangi pangsa pasar film tipis menjadi sekitar 2% dan diperkirakan akan terus menyusut. Meskipun demikian, semua sel CdTe dienkapsulasi dan, bahkan dalam kondisi tempat pembuangan akhir yang ekstrim, sangat sedikit sel CdTe yang lolos ke lingkungan.

Panel surya adalah produk yang relatif ramah lingkungan, dengan berbagai variasi ilmiah dan teknologi yang sudah dicapai. Jika kekhawatiran akan timbal dan CdTe menjadi lebih besar, industri dapat segera mengganti bahan-bahan ini dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan atau bahkan menghilangkannya sama sekali.