4 Cara Membuat Panel Surya Lebih Berkelanjutan

Oleh Denie Kristiadi | Published 17-11-2021

DAFTAR ISI ARTIKEL

1. Berapa Lama Panel Surya dapat Bertahan?

2. Bisakah Panel Surya Diperbaiki?

3. Apakah Panel Surya Berbahaya bagi Lingkungan?

4. Bagaimana Cara Kerja Sistem Daur Ulang?

Panel surya telah menjadi identik dengan energi hijau, namun penambangan dan pemrosesan silikon, kaca, dan aluminium yang diperlukan untuk membuatnya membutuhkan energi. Dan itu tidak selalu bersih.

CATATAN PENTING

      • Sel surya tradisional diproduksi dari silikon kristal, yang membutuhkan banyak energi untuk membuatnya.
      • Industri tenaga surya bekerja untuk meminimalkan dampak dari pembuatan sistem yang menghasilkan tenaga surya sambil meningkatkan efektivitas produk tersebut melalui inovasi teknologi yang konstan.

Emisi produksi panel surya bergantung pada jumlah listrik berbahan bakar batu bara di jaringan lokal — produksi panel Cina memancarkan 40% lebih banyak CO2 daripada modul yang dibangun di Eropa, menurut sebuah studi oleh Badan Lingkungan Federal Jerman (UBA).

Tetapi tergantung pada panel dan lokasi pemasangan, fotovoltaik dapat menghasilkan energi sebanyak yang digunakan dalam produksinya dalam waktu lima hingga 25 bulan.

Berikut adalah empat hal penting dari produksi, desain, dan umur panjang panel surya yang akan memengaruhi keberlanjutannya.

1. Berapa Lama Panel Surya dapat Bertahan?

Panel surya fotovoltaik pertama yang terhubung ke jaringan dipasang di Jerman dan negara-negara lain pada 1980-an. Beberapa panel masih beroperasi beberapa dekade kemudian, sementara model baru terkadang dijual dengan garansi 30 tahun.

Panel dapat bertahan lebih lama lagi jika kaca kokoh dipasang di bagian belakang, yang merupakan hal umum dalam pembuatan sel fotovoltaik saat ini. Semakin lama masa pakai sistem tenaga surya, semakin rendah emisi CO2, dan biaya pembangkitan energi terbarukan dari matahari semakin murah.

2. Bisakah Panel Surya Diperbaiki?

Panel surya memiliki struktur yang sangat sederhana. Mereka terdiri dari panel kaca khusus tembus pandang, film plastik tembus cahaya (EVA) di bawahnya, sel silikon setebal hanya dua milimeter dengan busbar logam setipis wafer. Di belakang sel ada film plastik lain, dan kemudian di belakang ada film atau kaca pelindung khusus. Semuanya saling berhubungan erat, biasanya dengan bingkai aluminium dengan segel.

Panel surya sangat kuat dan jarang terjadi kerusakan. Jika memang terjadi, perbaikan biasanya dapat dilakukan.

Jika kaca di sisi depan pecah karena hujan es yang ekstrem, panel harus diganti untuk mencegah kelembaban masuk ke dalam dan mengurangi kinerja sistem — penggantian kaca sederhana tidak dimungkinkan di lakukan.

Setelah bertahun-tahun beroperasi, segel dan film di bagian belakang modul bisa menjadi keropos. Pasta perekat dapat digunakan untuk menyegel kembali film terhadap intrusi kelembaban. Jika seiring waktu, kabel listrik menjadi keropos, atau dioda di kotak sambungan gagal, biasanya dapat diganti dengan mudah.

3. Apakah Panel Surya Berbahaya bagi Lingkungan?

Menurut Badan Lingkungan Jerman (UBA), tidak ada bahaya polutan bocor dari panel yang tidak rusak atau rusak. Namun, kebanyakan model memang mengandung sejumlah kecil zat berbahaya bagi lingkungan.

Dalam kasus modul surya kristal yang banyak digunakan (sekitar 95% pangsa pasar), misalnya, solder mengandung hingga satu gram timbal per modul. Beberapa produsen tidak menggunakan timbal beracun sama sekali.

Sedangkan modul film tipis (sekitar 5% pangsa pasar), sel juga mengandung kadmium logam berat beracun — hingga 1,4 gram per panel. Namun, produsen panel ini memiliki sistem pengambilan sendiri dan memulihkan kadmium dan timbal, serta menggunakan logam tidak beracun seperti perak, tembaga, dan telurium.

Sementara modul yang sudah tidak digunakan harus dibuang dengan benar di Eropa, sebagian besar negara lain belum memiliki peraturan seperti itu. Standar ini dimaksudkan untuk mencegah panel surya membusuk di lingkungan alami dan akhirnya melepaskan polutan. Selain itu, panel surya mengandung bahan baku berharga yang dapat didaur ulang.

4. Bagaimana Cara Kerja Sistem Daur Ulang?

Di pabrik daur ulang di Jerman, panel model lama yang masih berfungsi dapat diperbaiki dan dijual kembali. Bingkai aluminium, kabel, dan kotak sambungan dilepas dan panel kristal diparut sementara kaca, logam, dan foil dipisahkan menggunakan berbagai teknik. Logam dan timbal dipisahkan dan digunakan kembali sementara pecahan kaca umumnya diproses menjadi bahan isolasi termal yang dikenal sebagai wol kaca. Foil plastik dibakar di pabrik dengan filter untuk menghasilkan energi.

Namun, ahli lingkungan dan bahan baku masih melihat banyak ruang untuk perbaikan dalam daur ulang. Mereka ingin melihat kaca surya bermutu tinggi dari modul lama digunakan kembali untuk modul baru, bukan untuk bahan isolasi berkualitas rendah seperti yang terjadi saat ini. Demikian juga, silikon dengan kemurnian tinggi dari modul lama dapat digunakan untuk sel surya baru. Selama ini hanya digunakan sebagai bahan tambahan dalam produksi aluminium.

Modul surya lama berisi bahan baku senilai USD11 - USD35. Untuk alasan ini juga, industri fotovoltaik yang berkembang pesat secara global merupakan pasar masa depan yang penting bagi industri daur ulang — terutama karena jutaan panel akan dipasang baru dalam beberapa dekade mendatang.



Kategori

Edukasi

Berita Terkini